taksu pragina penari bali

Taksu Pragina Penari – Esensi Spiritualitas pada Seni Budaya Bali


Taksu Pragina Penari Bali adalah sebuah fenomena yang merangkum esensi spiritualitas Hindu Bali, bahwa manusia, seni, dan Tuhan adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan (Manunggal). Dalam topografi kebudayaan Bali yang padat akan simbolisme, seni pertunjukan tidak pernah hadir sebagai entitas estetika yang otonom atau sekadar hiburan profan. Taksu teranyam secara intrinsik dalam struktur ritual, bertindak sebagai jembatan metafisik yang menghubungkan sekala (alam nyata/material) dan niskala (alam tak kasat mata/spiritual). Di jantung interseksi antara gerak tubuh, bunyi, dan keilahian ini, bersemayam sebuah konsep yang menjadi "jiwa" dari seluruh praktik kesenian Bali. Secara permukaan, Taksu sering diterjemahkan oleh pengamat luar sebagai "karisma," "bakat panggung," atau presence. Namun, reduksi semantik ini gagal menangkap esensi teologis dan magis yang dipahami oleh masyarakat Hi ... selengkapnya


dampak kelahiran sesar pada karma

Dampak Karma Terhadap Rekayasa Waktu Persalinan Operasi Sesar

Fenomena modernisasi dalam dunia kedokteran tidak hanya membawa perubahan pada aspek klinis kesehatan reproduksi, tetapi juga menyentuh relung terdalam dari eksistensi manusia, khususnya dalam masyarakat yang memegang teguh nilai-nilai tradisional dan spiritual seperti di Bali. Kelahiran, yang secara tradisional dipandang sebagai peristiwa sakral yang diatur oleh hukum alam dan sinkronisitas kosmik, kini te ... selengkapnya
Utarayana dhaksinayana

Utara Yana dan Daksina Yana – Dualitas Kosmik Waktu dan Ruang

Dalam bentangan pemikiran teologis Hindu Bali, alam semesta tidak dipandang sebagai entitas statis, melainkan sebuah dinamika kinetik yang terus berdenyut dalam ritme siklik. Konsep kosmologi Bali melampaui pemetaan fisik astronomi semata; ia merupakan sebuah sistem hermeneutika yang menghubungkan Bhuwana Agung (makrokosmos/alam semesta) dengan Bhuwana Alit (mikrokosmos/tubuh manusia) melalui mediator yang ... selengkapnya
Usada Ceraken Tingkeb

Lontar Usada Ceraken Tingkeb – Menyelasarkan Energi untuk Pengobatan

Usada Ceraken Tingkeb adalah "Naskah Sapu Jagat". Berbeda dengan Usada Dalem Jawi yang sangat spesifik ke organ dalam dan kematian, Ceraken Tingkeb lebih bersifat praktis, aplikatif, dan menyeluruh. Naskah ini mengajarkan bahwa kesembuhan terjadi saat manusia berhasil menyelaraskan kembali Bayu (energi), Sabda (suara/mantra) dan Idep (pikiran/ramuan). Lontar Usada Ceraken Tingkeb (sering disebut juga Cera ... selengkapnya
usada pamali

Lontar Usada Pamali (Pemali) – Pengobatan Sekala dan Niskala

Lontar Usada Pamali adalah naskah pengobatan tradisional Bali yang sangat krusial dalam memahami hubungan antara kesehatan manusia dengan harmoni lingkungannya. Berbeda dengan penyakit medis murni, Pamali diyakini muncul akibat pelanggaran etika terhadap alam dan ruang.  Lontar Usada Pamali (Pemali) merupakan salah satu naskah pengobatan tradisional Bali yang sangat spesifik. Berbeda dengan Usada Rare (an ... selengkapnya
Lontar Sanghyang aji swamanik

Lontar Sang Hyang Aji Swamanik

Lontar Sanghyang Aji Swamanik adalah teks esoteris (kebatinan) Hindu Bali yang sangat mendalam. Secara keseluruhan, Sanghyang Aji Swamanik adalah sebuah peta jalan bagi manusia untuk menemukan "Tuhan di dalam Diri". Ajaran ini menekankan bahwa kekeramatan sejati tidak berasal dari mantra-mantra luar, melainkan dari kemurnian getaran aksara yang bersemayam dalam setiap tarikan napas dan denyut jantung. Sec ... selengkapnya
usada dalem jawi

Lontar Usada Dalem Jawi – Fokus pada Penyakit dalam dan Tanda Kematian

Usada Dalem Jawi bukan sekadar buku resep, melainkan peta navigasi kesehatan yang menghubungkan tanda fisik dengan kondisi energi internal. Usada Dalem Jawi adalah naskah pengobatan tradisional Bali yang berfokus pada penyakit dalam (organ tubuh) dan eskatologi (tanda-tanda kematian). Konsep Bhuana Alit : Naskah ini memandang tubuh manusia sebagai mikrokosmos yang digerakkan oleh energi vital (Sang Hya ... selengkapnya
Sastra Tattwa Brahma Wangsa

Sastra Tattwa Brahma Wangsa – Panduan Menjaga Tatanan Suci Bali

Sastra Tatwa Brahma Wangsa adalah panduan agar masyarakat Bali (dan manusia pada umumnya) tetap menjaga tatanan suci. Brahmana dikatakan harus tetap suci dengan sastranya, Ksatriya harus tegas dengan kepemimpinannya, dan semua golongan harus waspada terhadap godaan zaman Kaliyuga yang merusak moral dan alam. Sastra Tattwa Brahma Wangsa kitab yang sangat mendalam karena mencakup teologi (ketuhanan), sosiolo ... selengkapnya
Piodalan Alit di Perumahan

Tingkatan Pelaksanaan dan Upakara Banten Piodalan

Dalam studi teologi Hindu Bali dan praktik ritual di lapangan, sering terjadi reduksi pemahaman di mana upacara Odalan (Piodalan, Pujawali, Petoyan) dipandang semata-mata sebagai aktivitas persembahan materi (material offering-centric). Pandangan ini, yang sering dikritik karena hanya berfokus pada Bebantenan saja, mengabaikan dua pilar fundamental lainnya dalam kerangka Tri Kerangka Agama Hindu, yaitu Tat ... selengkapnya