Lontar Yadnya Prakerti

Iti Widhi sastra Tapini, warah Bhatari Umadewi, sira hyang ing pura dalem maka lingga gama kerti, ulahing wang kamanusan, ndya ta lwirnya: Dewakerti, Budakerti, manusakerti, jagatkerti. Samangkana kweh ikang parakerti palaning anadi wang, arep pun sira amaraYadnya, nimita kweh wetunikang Yadnya, sapta Yadnya makadin ika, lwirnya: Aswameda-Yadnya, Siwa-Yadnya, Resi-Yadnya, Pitra-Yadnya, Bhuta-Yadnya, Manusa-Yadnya, Samodaya linuwihaken ,… Detail



Lontar Dewa Tattwa

Lontar Dewa Tattwa memuat tentang tata upacara melis (melasti/mekiis), upacara memungkah, mendirikan bangunan suci, mendirikan sanggar tawang dan upakaranya dan juga bermacam pedagingan dalam membangun tempat suci, seperti Meru, Gedong, Prasada, Padmasana, Ibu, semuanya hendak dilengkapi dengan Padagingan Nista, Madya, Utama. Selain itu, dalam lontar ini juga diuraikan mengenai Upacara Ngusabha Desa Nini dengan segala… Detail



Lontar Bali Wariga Gemet

1a. Ong Awighnamastu namadem. Nyan kaputusaning Wariga Gmet, purwananing wijilning wuku, nga, sinta, ati, magnah tinghal, nga, wariga, pupusuh, mungguh ring cangkem, nga, langkir, ringampru, mungguh ring karnna, nga, tambir, ring paparu, mungguh ring irung, nga, bala, ring husus, mungguh ring naga, nga, watugunung, wijining tinghal, mungguh ring suku, nga, urip ring tutuk, Ong, nga,… Detail



Vedānta Dibalik Tattvabodha tentang Jiva dan Maya Brahman

Vedānta berasal dari Veda. Veda berarti pengetahuan dan anta berarti konklusif. Karena itu Vedānta berarti pengetahuan konklusif. Vedānta adalah filsafat yang membersihkan keraguan tentang Brahman. Pengetahuan di sini berarti bukan pengetahuan duniawi. Pengetahuan duniawi bersifat materialistis dan diperoleh untuk kesejahteraan materi. Pengetahuan duniawi adalah tentang benda-benda duniawi dan jasmani. Pengetahuan spiritual berbeda dari pengetahuan duniawi…. Detail



Pengringkes Mantra Dasaksara

1a/b | Om Awighnà pamastu namasidem. Iwastu satàwayanya, pangaringkes dasaksara, kawruhakna pasuk wetunya, yan sira wruha ring kalingan iki, tlas papa naraka bapabunta, tekang (sa)riranta, iki kamulaning panulak satru, mwang sarwa wisesa, sami pada kasor denya, anghing haywa wera ring wong lyan, apan dahating uttama aksara iki, rasamangkanak palanya, patemuning tastra : Sa Ba Ta A… Detail



Tattwa / Tutur Candrabherawa dengan Yudistira

Tutur Candrabherawa (Chandra Bhairava) secara tektual merupakan penggalan dari Kuntiyajña Nilacandra. Secara intrinsik tergolong lontar tutur / tattwa, disusun dalam bentuk prosa menggunakan bahasa Sanskerta singkat dan bahasa Kawi sebagai penjelasan. Di dalam tutur Candrabherawa, tentunya terkandung nilai- nilai ketuhanan sebagai pedoman hidup sampai saat ini. Ringkasan Tutur Candrabherawa Tokoh sentral yang ditampilkan dalam naskah… Detail



Horoskop pada Tenung Wariga Gemet

Pranata mangsa berbasis peredaran matahari dan siklusnya (setahun) berumur 365 hari (atau 366 hari) serta memuat berbagai aspek fenologi dan gejala alam lainnya yang dimanfaatkan sebagai pedoman dalam kegiatan usaha tani maupun persiapan diri menghadapi bencana (kekeringan, wabah penyakit, serangan pengganggu tanaman, atau banjir) yang mungkin timbul pada waktu-waktu tertentu. Pranata Mangsa sendiri berasal dari… Detail



Mantra, Shakti dari Shabda Brahman

Sumber tekstual dari Mantra dapat ditemukan dalam Veda, Purana dan Tantra. Kitab Suci yang terakhir pada dasarnya adalah Mantra-Shastra. Bahkan itu disebut secara umum oleh Sadhaka dan bukan Tantra Shastra. Dan demikian dikatakan dari semua Shastra, dilambangkan sebagai tubuh, bahwa Tantra Shastra yang terdiri dari : Mantra adalah Paramatma nya, Veda adalah Jivatma nya, Darsana… Detail



Tutur Atma Prasangsa

Teks Atma Prasangsa ini merupakan salinan lontar yang memuat ajaran Sivaistik sesuai dengan penjelasannya bahwa tujuan akhir adalah menuju ke Siva Lokha. Tokoh utama dalam Teks Atma Prasangsa yang paling menonjol yaitu “Bhagawan Penyarikan”. Sang Bhagawan Penyarikan ini dilukiskan sebagai seorang Brahmana yang mengetahui tentang ajaran Veda salah satunya mengenai perjalanan sang roh dan menegetahui… Detail



Ngaben Dalam Lontar Yama Tattwa

Pengertian dasar ngaben secara umum didefinisikan sebagai upacara pembakaran mayat, kendatipun dari asala-usul etimologi itu kurang tepat. Sebab ada tradisi ngaben yang tidak melalui pembakaran mayat secara langsung, namun ada yang dengan simbol. Ngaben sesungguhnya berasal dari kata beya artinya “bekal” atau biaya. Ngaben atau meyanin dalam istilah baku lainnya yang disebut dalam lontar adalah… Detail